Halaman

Tuesday, November 10, 2015

Malam.

Hai.
Sudah malam, tp pikiran msh melayang.
Cuman kepikiran, kok setiap hari semakin hampa ya? Rutinitas belaka. Setiap membuka mata dipagi hari cuman kepikiran "woah, gue hrs bertahan satu hari lagi?!". Jadi seorang anak yang dewasa dini kadang memang menguntungkan, tp terkutuklah masa mudanya. Rasanya tidak tertarik saja melakukan hal-hal yang pada normalnya anak muda (yg sedang mencari jatidirinya) lakukan. Namun kembali lg berpikir, datar bgt hidup gue, gak pernah ngelakuin hal-hal seru selayaknya anak2 lain. Serba salah memang. Lagi juga berpikir bagaimana gue serius sekali sepertinya menjalani masa SMA. Ikut organisasi, sibuk mengorganisasikan, sibuk dengan buku pelajaran (yg tidak pernah dibaca) dan tidak pernah tertarik untuk haha-hihi makan cantik bersama teman-teman. Eh maaf, gue gapunya teman untuk melakukan hal-hal yang seperti itu ya, lupa. Haha, orang mungkin juga menganggap gue kutu buku, gaseru dan membosankan, terlalu serius. Ya itu tadi, mungkin krn gue dewasa dini, pola pikir gue semuanya mulai berubah. Tp sedih juga ya, jd tidak menikmati masa SMA. Serba salah memang (2). Juga berpikir, Tuhan bagaimana caranya bersyukur ya? Yang gue maksud, bersyukur s e t i a p saat. Manusia manusia. Bagaimana mengimani, oh ini bagus untuk saya, walaupun saya juga ingin seperti itu, tapi ini lebih bagus untuk saya, dan untuk itu saya bersyukur. Susah banget gak sih? Atau gue aja yang memang sering ingin jadi orang lain? Lantas bagaimana bersyukur atas apa yg gue punya sekarang, disaat gue sendiri tidak punya potensi untuk dibanggakan? (atau gue yg tidak tahu) (bukan ngomongin harta kekayaan) bagaimanapun, menjadi orang lain terlihat lebih mengasyikkan. Haha.. sudahlah, bertahan lagi sehari tak masalah deh. Semoga Tuhan masih sabar menyertai langkah gue.

No comments:

Post a Comment